Kisah Nenek Ini yang Memesan 10.000 Mangkok Bubur Kesukaan Cucunya, Alasan nya Membuat Netizen Bercucuran Air Mata!

Suatu hari, nenek ini pergi ke sebuah kedai bubur untuk membeli bubur.
"Mau beli bubur pak.." ujar nenek.
"Berapa mangkok?" tanya bos kedai bubur.
"10.000 mangkok." jawab nenek.

Jawaban sang nenek seketika membuat pemilik kedai bubur terperanjat. Namun saat mengetahui alasan dibaliknya, hampir semua orang menangis!
Cucu bernama Ah Seng dirawat oleh neneknya sejak kecil. Orang tuanya ataupun saudaranya tidak mempedulikan Ah Seng karena Ah Seng mengalami keterbelakangan mental. Hanya sang nenek yang menyayangi Ah Seng dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Setiap pagi, nenek akan membelikan bubur pada Ah Seng.
Nenek merasa bahagia melihat Ah Seng menikmati buburnya itu. Dalam hatinya, beliau ingin melihat anak ini tumbuh besar dan sukses.

"Nek, mau bubur? " tanya Ah Seng.

Nenek dengan tersenyum menjawab, "Kamu makan saja. Makan yang banyak."

Begitulah, seorang nenek selalu menjaga cucunya, berusaha memberikan cucunya yang terbaik, tidak akan membiarkan cucunya kelaparan.
Namun ternyata, Tuhan ada rencana lain. Nenek divonis terkena kanker otak stadium akhir. Sudah tidak ada jalan lain untuk sembuh lagi.

Nenek yang merasa sedih, setiap hari merekam pesan di mesin perekam suara. Nenek juga memesan 10.000 mangkok bubur di kedai bubur. Pemilik kedai bubur sampai tercengang mendengar pesanan nenek.
Nenek bahkan meminta bantuan saudara untuk merawat Ah Seng, namun tidak ada yang mau membantu merawat Ah Seng.

Dan, saat waktu nenek tiba, tinggal Ah Seng sendirian. Namun nenek telah menyiapkan segalanya.
Nenek meninggalkan pesan suara untuk Ah Seng yang berisi, "Jangan lupa mandi. Jangan lupa makan bubur yang nenek belikan. Nenek tidak bisa menjaga kamu lagi. Kamu harus jaga diri baik-baik."

Kemudian, setiap hari, akan ada rantang bubur yang diantarkan di depan pintu rumah. Ternyata nenek sudah memikirkan semuanya itu agar Ah Seng tidak kelaparan.

Walaupun kisah ini hanyalah sebuah cerita pendek, namun semoga kalian tertegur akan perkataan ini:

Time is limited, but mother's love is endless. (Waktu itu terbatas, namun kasih sayang ibu itu tidak terbatas)

Sumber : https://www.cerpen.co.id